Perlukah Anak SMK Menguasai Bahasa Inggris?

SMK TI – Perlukan anak Sekolah Menengah Kejuruan menguasai Bahasa Inggris? Masyarakat Ekonomi Asean atau dikenal dengan MEA merupakan bentuk kerja sama antar negara-negara anggota ASEAN untuk menghadapi globalisasi yang semakin gencar di berbagai bidang. MEA sendiri memiliki empat pilar yang telah disepakati pada Pertemuan ke-38 ASEAN Economic Ministers Meeting (AEM) di Kuala Lumpur pada Agustus 2006. Empat pilar tersebut, yaitu 1) pasar dan basis produksi tunggal, 2) kawasan ekonomi berdaya saing tinggi, 3) kawasan dengan pembangunan ekonomi yang merata dan berkeadilan, dan 4) kawasan yang terintegrasi dengan ekonomi global. Ini berarti negara-negara anggota ASEAN menjadi semakin terbuka bagi negara-negara lain di dunia. Ini tidak hanya berlaku pada produk barang saja, melainkan juga produk jasa atau dengan kata lain Sumber Daya Manusia (SDM). SDM dari negara-negara anggota ASEAN akan dapat mencari pekerjaan di negara anggota ASEAN lainnya. Ini akan membuat persaingan di pasar kerja akan semakin kompetitif.

Oleh karena itu, SDM Indonesia harus mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA. Apapun kompetensi yang dimiliki oleh SDM Indonesia, itu harus sudah dilengkapi dengan kompetensi berkomunikasi menggunakan bahasa internasional yaitu Bahasa Inggris. Kompetensi yang diperlukan tidak sebatas kemampuan kognitif yang berhubungan dengan teori-teori dan aturan-aturan dalam berbahasa, tetapi lebih menitikberatkan pada kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang dari negara lain yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya (native speaker).

Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata dunia, selalu kedatangan wisatawan dari berbagai negara setiap harinya sehingga masyarakat Bali memiliki intensitas yang tinggi untuk berinteraksi dengan para wisatawan manca negara. Tentunya Bahasa Inggris menjadi tidak asing lagi. Tidak jarang para wisatawan memilih untuk menjelajah daerah-daerah yang ada di Bali tanpa bantuan pemandu wisata. Jadi dapat dipastikan wisatawan tersebut akan berinteraksi secara langsung kepada masyarakat lokal yang mereka temui. Seseorang biasanya akan merasa canggung bahkan takut ketika berinteraksi dengan wisatawan manca negara. Yang menjadi alasan utamanya adalah ketidakmampuan untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.

Menyadari hal tersebut, SMKS TI Bali Global Singaraja melaksanakan sebuah program bernama “English Everyday”. Program ini bertujuan untuk melatih dan membiasakan warga sekolah berbicara menggunakan Bahasa Inggris. Ini berlaku bagi seluruh warga sekolah (Pendidik, Tenaga Kependidikan, dan Peserta Didik) tanpa terkecuali. Dinamakan “English Everyday” tentu saja karena program ini dilaksanakan setiap hari aktif di sekolah. Perlu diketahui bahwa MEA bukanlah satu-satunya alasan dilaksanakannya program ini. SMKS TI Bali Global Singaraja sebagai sekolah kejuruan berbasis Teknologi Informasi yang berada di Bali melihat adanya urgensi untuk menerapkan ini.

Teknologi Informasi yang kental dengan perubahan selalu berhadapan dengan berbagai hal yang dibuat dalam Bahasa Inggris. Berbagai aplikasi baru dengan menu dalam Bahasa Inggris, teknik-teknik baru dengan penamaan dalam Bahasa Inggris, bahkan manual atau dokumentasi penggunaan produk pun dibuat dalam Bahasa Inggris. Banyak perusahaan juga mulai memasukan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris sebagai syarat dalam menerima pelamar kerja, terutama perusahaan berskala internasional. Dengan kata lain, memiliki kompetensi berkomunikasi dalam Bahasa Inggris akan memberikan peluang yang lebih besar kepada SDM Indonesia untuk diterima bekerja di sebuah perusahaan. Ini menunjukan bahwa Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memang harus dikuasai jika ingin memiliki daya saing yang kuat. Hal ini tidak dapat ditawar lagi mengingat MEA memberikan peluang besar bagi SDM negara-negara anggota ASEAN untuk bebas berkompetisi dalam memperoleh pekerjaan di wilayah ASEAN. Ini berarti SDM Indonesia tidak hanya bersaing dengan sesamanya, tetapi juga bersaing dengan SDM dari luar Indonesia. Hampir bisa dipastikan SDM dari luar menguasai Bahasa Inggris.

Jika SDM Indonesia tidak ingin “digusur” di negara sendiri, maka menguasai kompetensi berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan jalan yang harus dilalui. Terlebih lagi jika ingin bersaing di luar Indonesia, maka ini merupakan syarat mutlak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *